Thursday, August 1, 2019

Liburan

        Setiap hari saya hanya senang senang di rumah. Saya pada keseluruhannya senang dengan liburan ini karena saya basa istirahat dan main komputer saya di rumah saja. Kadang – kadang saya juga pergi sih teteapi saya paling senang di rumah.

     Rutin saya biasanya adalah: bangun tidur pada jam 5:30, lalu saya jalan dari tempat tidur ke ibu saya yang baru saja teriakin saya untuk bangun untuk shalat subuh. Setelah itu saya keluar dari kamar dan jalan turun tangga untuk mengambil air wudhu di kamar mandi. Setelah itu saya melaksanakan shalat subuh di musholah saya di rumah sebelah kamar kakek saya. Setelah itu saya makan sarapan yang biasanya dimasak oleh nenek saya. Walaupun membosankan, karena saya lapar, makanannya selalu enak. Selanjutnya setelah makan saya minum air dan membawa piring ke dapur supaya bisa dibersihkan oleh nenek saya.

     Habis itu baru saya mulai jalan menujui kamar saya dan setelah itu, menyalakan komputer saya dan main game yang saya sukai atau mungkin juga baca komik yang menarik perhatian saya. Setelah itu saya jumpai ibu saya yang sedang mau berangkat ke kantornya. Setelah itu saya dipaksa untuk buka pintu bersama kakak saya. Jadi saya harus jalan keluar melewat dapur dan membuka dan menutup garasi dan pint gerbang untuk ibu saya bersama kakak saya.

      Setelah itu saya jalan balik ke kamar saya dan melanjutkan aktifitas di komputer saya. Baru nanti pada sekitar jam pukul 9:00 saya berjalan ke kamar mandi saya untuk mandi. Setelah mandi saya jalan balik ke komputer saya untuk pakai baju dan melanjutkan rutin saya. Nanti pada pukul 12:00 saya akan makan siang, dan pada waktu 17:00 saya akan makan sore. Akhirnya pada pukul antara 22:00 sampai 03:00 saya akan tidur malam. Saya melakukan rutin ini selama liburan kesaytangan saya dan saya merasa sangat senang. Ini adalah Liburan tahunan saya sebelum masuk kelas sembilan.                                                               


 Image result for slave house

Monday, May 13, 2019


KONDISI YOUTUBE SEJAK TAHUN 2017

Karya Tulis



Image result for spm labschool logo 






SHAQUILLA ARKHAN BRAVIDYA ARIBOWO

8C

6949

SMP LABSCHOOL JAKARTA

BADAN PENGELOLA SEKOLAH

LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Maret 2019

SMP Labschool Jakarta
 


KATA PENGANTAR
       Terima kasih atas puji syukur rahmat Allah SWT, untuk telah bisa menyelesaikan karya tulis ini dengan baik. Karya tulis ini merupakan salah satu profil kelulusan SMP Labschool Jakarta dan Alhamdulillah bisa selesai dengan lancar. Karya Tulis ini akan membahas tentang kondisi pembuat konten di situsnya, karena di Youtube banyak channel yang mendiskusikan tentang ketidakadilannya dan channel yang terkena dampak buruknya. Memilih judul dan menulis karya teulis yang berhubungan dengan hal-hal yang disukai lebih mudah dan merasa lebih tak terpaksa.
           Dengan semua ini, saya ingin memebeikan terima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya dengan pembuatan karya tulis ini. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing saya yang telah memberi pedoman untuk melanjutkan karya tulis tersebut, serta penguji yang telah membantu sempurnakannya. Saya juga ingin memberi terima kasih kepada wali kelas dan teman-temanku yang telah memberikan saran, serta ibu saya yang telah membantu periksa karya tulis ini.
SMP Labschool Jakarta
         Semoga Karya Tulis ini dapat mencapai hasil yang diharapkan serta membantu para pembaca yang membaca karya tulis ini.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................
DAFTAR ISI ............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN  .................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................ 1 
1.2 Rumusan masalah ....................................................................................... 2
1.3 Batasan Masalah ......................................................................................... 3
1.4 Tujuan Penelitian ........................................................................................ 3
1.5 Teknik Pengumpulan Data ......................................................................... 3
BAB 2 PEMBAHASAN ....................................................................................... 4
   2.1 Landasan Teori ............................................................................................ 4
   2.2 Sejarah Youtube ........................................................................................... 7
   2.3 Apa yang terjadi ke Youtube ...................................................................... 8
   2.4 Akibat ini kepada channelchannel di Youtube ................................... 10
   2.5 Sistem Copyright dan Fair use .................................................................. 11
BAB 3 PENUTUP ............................................................................................... 15
   3.1 Kesimpulan ................................................................................................ 15
   3.2 Saran ........................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................
LAMPIRAN .............................................................................................................


BAB I
PENDAHULUAN
1.1      Latar belakang
         Pada zaman sekarang orang-orang menggunakan internet dan sosial media sebagai tempat mendapat informasi dan entertainment. Ini juga biasanya dilakukan dengan dalam bentuk video. Salah satu tempat terpopuler untuk melihat video-video di internet adalah Youtube. Youtube merupakan tempat orang-orang bisa mengupload video-video yang mereka buat untuk ditonton oleh orang lain. Youtube pertama dibuat pada tahun 2005 dan telah menjadi salah satu website yang digunakan di dunia
        Sekarang Youtube digunakan juga sebagai lowongan kerja untuk memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari. Ini dilakukan melalui iklan dan sponsorship. Tetapi ini menimbulkan sebuah masalah yang mengubah Youtube dari tempat yang para pembuat konten bisa membuat video apapun, menjadi tempat yang dikontrol oleh para perusahaan dan sponsor-sponsornya dan membuat para pembuat konten terpaksa membuat konten yang sesuai  untuk para perusahaan dan sponsor-sponsornya. Masalahnya adalah bagaimana ini mempengaruhi konten Youtube di zaman sekarang? Tipe konten apakah yang harus dibuat oleh para Youtuber zaman sekarang sehingga tetap relevan di website ini dan apakah akibat Youtube terlalu berkait dengan para sponsor mereka?
         Latar belakang penulis memilih topik tentang ini adalah karena penulis suka menonton Youtube dan di sana, penulis melihat bahwa ada banyak para pembuat konten yang mengalami kesulitan karena masalah-masalah tersebut sehingga penulis ingin melihat lebih dalam tentang masalah tersebut. Sebelumnya situasi ini tidak terlalu buruk dan channel-channel di Youtube masih mempunyai kebebasan cukup untuk membuat video yang mereka inginkan, tetapi sekarang hal itu telah berubah. Ada banyak video di Youtube yang menjelaskan pengalaman mereka dengan masalah ini dan banyak pembuat konten yang terlalu dipromosikan oleh Youtube. Masalah ini tidak hanya mempengaruhi channel-channel besar tetapi juga channel-channel yang kecil. Banyak orang yang menggunakan Youtube sebagai sumber uang untuk kehidupan sehari-harinya dan oleh karena itu, sangat sedih untuk melihat para pembuat konten yang sudah bekerja keras untuk membuat video di platform ini tersiksa karena ketidakadilan tersebut.
           Kenapa masalah ini sangat penting? Pada zaman sekarang, banyak orang menggunakan Youtube di waktu luang mereka ataupun untuk materi pengetahuan, tetapi apa yang akan terjadi kepada Youtube jika para pembuat konten video favoritmu mengalami kesusahan membuat video-video tersebut karena ketidakadilan platformnya sendiri? Apa yang terjadi kepada para penonton channel-channel tersebut jika mereka tidak bisa menikmati video dari channel favorit mereka? Penulis adalah salah satu dari para penonton yang melihat masalah ini timbul kepada beberapa pembuat konten favoritnya dan dia melihat kesusahan dan perjuangan mereka menghadapi masalah tersebut.




1.1 Rumusan Masalah
           Dengan latar belakang yang penulis telah tersebut, ada berberapa rumusan masalah yang ada di karya tulis ini:
1.      Apa yang terjadi kepada Youtube?
2.      Apakah konten yang dibuat para Youtuber zaman sekarang agar tetap bisa bertahan di platform ini?
3.      Apa akibat hal ini terhadap para penonton Youtube?
4.      Apa yang Youtube akan melakukan dengan situasi ini?
5.      Apa akibat hal ini terhadap para pembuat konten di Youtube?

1.2      Batasan masalah
Dengan masalah tersebut penulis hanya memilih dua pertanyaan yaitu:
1.      Apa akibat hal ini terhadap para pembuat konten di Youtube?
2.      Apa yang terjadi kepada Youtube?

1.3      Tujuan penelitian
         Tujuan penulis membahas topik seperti ini adalah untuk melihat kondisi Youtube setelah situasi tersebut dan apa yang terjadi kepada pembuat konten (content creator) yang terlibat dalam masalah ini serta melihat sebab Youtube bisa berada di situasi ini. Penulis juga ingin membuat orang lain sadar terhadap kondisi youtuber-youtuber favorit mereka.


1.4      Teknik pengumpulan data
         Teknik pengumpulan data dalam membuat Karya Tulis ini adalah dengan studi pustaka dari beberapa literatur buku dan dokumentasi.
















BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Landasan teori
         Sekarang sebelum membahas inti masalah tersebut, mari kita membahas landasan teori yang menghubungkan masalah di karya tulis ini. Menurut Morissan, M.A (2010:17), Iklan dapat didefinisikan sebagai setiap bentuk komunikasi nonpersonal mengenai suatu organisasi, produk, servis atau ide yang dibayar oleh satu sponsor yang diketahui. Menurut en.oxforddictionaries.com, iklan dapat diartikan sebagai pemberitahuan atau pengumuman dalam media publik yang mempromosikan produk, layanan, atau acara atau mempublikasikan lowongan kerja. Maka dari definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa iklan merupakan setiap bentuk komunikasi nonpersonal mengenai suatu orgxanisasi, produk, servis atau ide yang dibayar oleh sponsor yang bertujuan untuk mempromosikan produk, layanan, atau acara, atau mempublikasikan lowongan kerja.
        Iklan sudah berkembang menjadi sistem komunikasi sangat penting tidak saja bagi produsen barang dan jasa tetapi juga bagi konsumen. Kemampuan iklan dan metode promosi lainnya dalam menyampaikan pesan kepada konsumen menjadikan kedua bidang tersebut memegang peran sangat penting bagi keberhasilan perusahaan. 
          Salah satu cara mempromosikan iklan adalah dengan menggunakan internet. Menurut Morissan, M,A (2010: 317), Internet dapat didefinisikan sebagai suatu metode yang mendunia untuk saling tukar menukar informasi dan berkomunikasi melalui computer yang saling terkoneksi. Menurut www.merriam-webster.com, Internet didefinisikan sebagai jaringan komunikasi elektronik yang menghubungkan jaringan komputer dan fasilitas komputer organisasi di seluruh dunia, digunakan dengan pengecualian saat digunakan secara atributif. Maka dapat dinyimpulkan bahwa Internet meruupakan suatu jaringan komunikasi elektronik yang menghubungkan jaringan computer dan fasilitas computer organisai di seluruuh dunia yang digunakan sebagai suatu metode untuk saling tukar menukar informasi dan berkomunikasi.
          Dalam sejarah teknologi komunikasi tidak ada media yang mampu menandingi Internet dalam hal pertumbuhan jumlah penggunanya. Di negara maju, Internet mengalahkan seluruh media sebaga refrensi utama untuk mendapatkan informasi. Siapa saja yang memiliki computer dan modem dapat mengakses Internet dan menjadi bagian dari jaringan komunikasi dunia. Internet membantu perusahaan dalam membangun hubungan merek yang lebih kuat dengan konsumen, karyawan serta berbagai pemangku kepentingan lainnya melalui komunikasi dua arah. Banyak perusahaan terdorong untuk memerikan perhatian lebih besar kepada Internet seiring dengan semankin meningkatnya tuntunan konsumen untuk melakukan komunikasi dua arah.
            Salah satu web site yang di internet yang digunakan sebagai tempat mempromosi iklan adalah Youtube. Jika dulu Youtube hanya dipandang sebagat satu situs tempat mencari hiburan, kini Youtube dapat dipakai sebagai salah satu sarana pemasaran. Maka muncul istilah Youtube Marketing atau pemasaran Youtube. Menurut Jefferly Helianthusonfri (2016: 2), Youtube marketing diartikan sebagai upaya pemasaran dengan memanfaatkan Youtube. Menurut Vangie Beal (https://www.webopedia.com), Online marketing atau pemasaran online adalah upaya periklanan dan pemasaran yang menggunakan Web dan email untuk mendorong penjualan langsung melalui perdagangan elektronik. Maka dapat disimpulkan bahwa Youtube marketing atau pemasaran Youtube adalah upaya periklanan dan pemasaran menngunakan Youtube untuk mendorong penjualan langsung melalui perdagangan elektronik.
             Ada banyak cara promosi lewat Youtube baik itu promosi secara hard selling ataupun soft selling. Salah satu contoh bentuk promosi lewat Youtube adalah iklan video komersial yang anda menjumpai jika menonton suatu video. Contoh lain adalah yang sebelumnya sudah disebut, yaitu melalui sponsor. Ini bisa dilihat di video di mana suatu perusahaan menjadi sponsor seorang Youtuber lalu produk perusahaan akan ditampilkan dalam video tersebut. 
         Berdasarkan data Hristo Genov (2017, https://www.webhostface.com/.)   Youtube merupakan website terpopuler kedua di dunia. Itu merupakan alasan kenapa Youtube digunakan sebagai tempat pemasaran.

2.2 Sejarah Youtube
         Sebelum menjelaskan tentang kondisi Youtube sekarang, kita harus lihat sejarah Youtubenya sebelum kondisi ini. Berdasarkan data Ace, X. (2016.. https://www.engadget.com/), Youtube diimulai oleh para karyawan paypal yaitu, James Karim, Steve Chen, dan Chad Hurley dan pertama dikeluarkan pada tahun 2005. Pada tahun 2004, mereka sadar bahwa tidak ada tempat yang bisa berbagi video dengan orang lain, dan kejadian Janet Jackson Superbowl serta tsunami pada bulan Desember yang telah menggerakkan ide ini.

        Sebagai permulaian, Youtube mendapat 11,5 juta dollar sebagai investasi dari Sequioia Capital di tahun 2005. Video pertama yang diupload adalah video berjudul ‘Me at the Zoo’ dan itu menjadi video pertama yang telah ditonton sebanyak 1 juta kali. Setelah pertumbuhan yang sangat tinggi, Google membeli Youtube dengan jumlah uang 1,65 milliar dollar sekitar kurang dari 1 tahun kemudian.
          Pada tahun 2007 Youtube telah dikeluarkan di Inggris dan delapan negara lain dan pada tahun 2008 mereka mengenalkan video HD. Di 2009 mereka telah mencapai 1 milliar views per hari dan mereka mendapat kemitraan dari channel 4, serta tipe konten gaming dan vlogging telah mulai dikenal. Pada tahun 2011, semua orang pada sadar bahwa mereka bisa mendapat penghasilan menjadi Youtuber dari iklan dan sponsor. Setelah itu muncul video pertama untuk mencapai 1 milliar views yaitu ‘Gangnam Style’ dan sejak 2012 telah menjadi perusahaan multi milyar
          Sekarang menurut data Artyom Dogtiev (2019. http://www.businessofapps.com), pada tahun 2018 Youtube telah menjadi mesin pencari kedua terbesar di dunia setelah google dengan lebih dari 1,8 milyar pengguna (user) yang terdaftar di websitenya untuk menonton sekitar 5 juta video per hari. Setiap 60 detik, ter-upload 300 jam total video untuk ditambahkan ke koleksi 1,3 milyar video yang tersimpan di website ini .



2.3 Apa yang terjadi kepada Youtube
         Sekarang pertanyaan yang ingin dijawab adalah apa yang terjadi sampai Youtube bisa berada di situasi ini? Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, bisa disimpulkan bahwa ada dua hal yang terjadi pada Youtube. Yang pertama mulai pada awal tahun 2017, jika beberapa perusahaan melihat bahwa beberapa iklan diputar di video-video dengan judul dan konteks yang sangat tidak pantas (inappropriate) untuk diputarkan. Ini mengakibatkan pemerintah Inggris, dan banyak perusahaan besar seperti Coca-cola menarik semua iklan mereka dari seluruh Youtube.
         Setelah itu pada Mei 2017, Pepsi mengeluarkan sebuah iklan yang menunjukkan seorang model Amerika, Kendall Jenner memberikan sebuah kaleng Pepsi kepada polisi diputar pada video demonstrasi antara para aktivis hak asasi manusia dan polisi. Banyak orang melihat iklan ini sebagai penghinaan kepada kebrutalan polisi dan menyebabkan pepsi serta lebih banyak perusahaan lain menarik iklan mereka dari Youtube. Kejadian ini disebut oleh komunitas Youtube sebagai ‘The Adpocalypse’.
               Karena iklan-iklan dan sponsor adalah satu-satunya cara untuk mendapat penghasilan, mereka perlu cara untuk mencegah hal ini untuk terjadi lagi. Mereka melakukan ini dengan membuat sebuah algoritma yang memfilter iklan dari channel-channel yang tidak ‘family friendly’. Ini mengakibatkan penghasilan banyak youtuber menurun karena para perusahaan melihat video mereka sebagai tidak ‘familiy friendly’. Beberapa kejadian lain seperti Pewdiepie mengatakan sebuah kata tertentu yang dimulai dengan huruf ‘n’ dan Logan Paul menunjukkan mayat di hutan mengakibatkan lebih banyak perusahaan untuk menarik iklannya serta youtube untuk menguatkan algoritmenya.
          Sebuah kejadian baru yang baru saja terjadi pada awal 2019, seorang youtuber dengan nama MattsWhatItIs, menunjukkan video yang dia lihat sebagai ‘softcore pedophilia ring’ dan mengatakan kepada fanbasenya untuk melaporkan video ini kepada Youtube. Ini mengakibatkan Youtube menghapus lebih dari 400 channel di Youtube serta membuat sistem baru yang menghapuskan semua komentar di video-video yang tidak ‘family friendly’, serta banyak perusahaan yang baru saja kembali setelah ‘adpocalypse’ tahun 2017 untuk menarik iklannya lagi. Jadi sekarang channel harus mengikuti peraturan-peraturan Youtube atau terms of service supaya channel bisa aman dan jika ada sebuah video yang dianggap tidak aman oleh Youtube, video itu akan di demonetize, yang berarti video tersebut akan tidak mendapat penghasilan lagi.
    
2.4 Akibat ini kepada Channel
        Seperti telah penulis nyatakan, ini semua memberi dampak negatif kepada para channel-channel tertentu yang telah bekerja keras untuk membuat kontennya. Pembaca mungkin memikirkan bahwa ini semua ini adalah hal yang bagus karena ini bisa menghapuskan konten yang tidak pantas (‘inappropriate’) dari Youtube dan membuat Youtube tempat yang lebih aman untuk perusahaan. Tetapi masalahnya adalah algoritme ini serta Youtubenya sendiri juga mentarget channel yang tidak layak untuk ditarget. Banyak channel kecil dan besar yang tidak melakukan kesalahan juga terkena sistem ini dan menghilangkan penghasilan yang seharusnya mereka dapatkan serta ada beberapa yang channelnya terhapus.
          Contoh berberapa channel yang telah terpengaruh oleh kejadian ini adalah channel-channel seperti ‘Mumkey Jones’ yang telah dihapus oleh youtube walaupun tidak melanggar terms of service atau peraturan Youtube tersebut, dan channel ‘Lost Pause’ yang menggunakan Youtube sebagai satu-satunya penghasilannya tetapi selalu ditarget oleh youtube, Ini adalah berberapa contoh channel yang paling terpengaruh oleh masalah ini. Itu hanya beberapa channel yang telah terpengaruh oleh kejadian tersebut.
             Salah satu contoh terbesar lain adalah apa yang terjadi kepada Youtuber dengan subscriber terbesar, Pewdiepie. Sesuai penulis sudah menyatakan, pada 2017 Pewdiepie mengatakan sebuah kata yang dimulai dengan huruf ’n’ yang menyebabkan sebuah kebiadaban di media. Ini menyebabkan Youtube untuk melepaskan ikatan mereka dengan Pewdiepie dengan membatalkan seri film Youtube Red miliknya, dan tidak lagi mengundang dia ke perayaan Youtube Rewind tahunannya. Sedangkan channel pada tahun itu seperti Logan Paul dan Jake Paul yang menggunakan kata-kata tidak pantas ‘inappropriate’ kepada fanbase mereka yang penuh dengan anak-anak tetap dipromosikan. Hanya setelah Logan Paul membuat video Jepangnya dan setelah seluruh media mengungkapkan kemarahan terhadap Youtube, baru Youtube akhirnya membuat tindakan.
           Banyak orang mengatakan bahwa Youtube lebih mempromosikan channel yang berasal dari perusahaan-perusahaan di dibanding channel independen dengan konten yang sama, dan bahwa channel-channel ini berasal dari perusahaan yang telah menarik iklan-iklan mereka tersebut. Maka akhirnya banyak channel yang terkena karena sikap pilih kasih kepada pemasaran perusahaan-perusahaan besar.
                 Maka sekarang Youtuber biasanya bergantung dengan sponsorship untuk mendapat penghasilannya. Menurut Morissan, M.A. (2010: 325), salah satu format iklan yang paling sering digunakan di internet adalah format sponsorship, yaitu dukungan pemasang iklan pada suatu situs internet. Menurut dictionary.cambridge.org, sponsorship merupakan seseorang atau perusahaan yang mendukung seseorang, organisasi, atau kegiatan dengan memberikan uang, dorongan, atau bantuan lainnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa sponsorship adalah seseorang atau perusahaan yang mendukung seseorang, organisasi, atau kegiatan dengan memberikan uang untuk mendukung memasang iklan pada suatu situs internet.
            Dalam hal ini, terdapat dua bentuk dukungan pemasang iklan yaitu dukungan regular dan dukungan isi. Dukungan regular terjadi jika pemasang iklan membayar untuk mendukung atau mensponsori iklannya. Tetapi pemasang iklan dapat lebih terlibat dengan situs jika menjadi pendukung isi bagi situs web bersangkutan. Dalam hal ini pemasang iklan tidak hanya membayar untuk iklan yang muncul di salah satu halaman website tetapi juga menjadi pihak yang menentukan isi halaman web site bersangkutan, baik sebagian atau keseluruhan.
              Alasan kenapa channel-channel sekarang bergantung kepada sponsorship adalah karena sponsorship tidak bergantung terhadap Youtubenya sendiri, tetapi hanya pada channel-channel tertentu. Tetapi pada channel yang kecil, tidak mudah untuk mencari sponsor untuk mendukung mereka.
2.5 Sistem Copyright dan Fair Use
       Adpocalypse’ telah memberi dampak besar kepada Youtube pada zaman sekarang, tetapi ada masalah kedua yang dialami oleh banyak channel di Youtube. Masalah ini adalah sistem hak cipta atau ‘Copyright’. Menurut (www.dictionary.com.), Hak cipta adalah hak eksklusif untuk membuat salinan, lisensi, dan mengeksploitasi karya sastra, musik, atau artistik, baik cetak, audio, video, dan lain-lain. Sedangkan menurut (www.merriam-webster.com), Hak cipta merupakan hak hukum eksklusif untuk mereproduksi, menerbitkan, menjual, atau mendistribusikan materi dan bentuk sesuatu (seperti karya sastra, musik, atau artistik). Maka penulis dapat menyimpulkan bahwa hak cipta dapat diartikan sebagai hak eksklusif memproduksi, menerbit, atau mendistribusikan serta membuat salinan, lisensi, dan mengeksploitasi karya sastra, music, atau artistik, baik cetak, audio, video, dll.
           Hak cipta sangat penting untuk melindungi karya tersebut agar tidak di-klaim orang lain. Youtube mempunyai sistem di mana jika ada video yang menggunakan karya bukan miliknya, para pemiliknya bisa meng-klaim video tersebut dan channel tersebut akan mendapatkan ‘copyright strike’. Ini digunakan kepada channel-channel yang misalnya mengupload ulang video channel lain untuk mendapatkan views dari karya orang lain, atau channel yang menggunakan musik milik orang lain tanpa izin penciptanya.
              Dengan sistem ini siapapun jika merasa karyanya digunakan orang lain, bisa memberi ‘Copyright Strike’ atau ‘Copyright Claim’. ‘Copyright Claim’ berarti yang mengatakan klaim bisa mengambil semua penghasilan video tersebut dan ‘Copyright Strike’ merupakan klaim agar bisa menghapus video tersebut dan channel yang dimaksud akan mendapatkan ‘strike’. Jika suatu channel mendapatkan 3 strike, channel tersebut kemudian akan dihapus oleh Youtube. Istilah suatu video berhak tidak melanggar hak asasi disebut fair use
           Tetapi di Youtube, banyak orang atau perusahaan yang menyalahgunakan sistem ini dan memberikan klaim yang salah. Ini disebabkan karena siapapun bisa menggunakan sistem ini dan memberikan ‘copyright claim’ ataupun ‘copyright strike’ yang salah. Salah satu contoh lain adalah yang terjadi kepada ‘TheFatrat’. ‘TheFatRat’ adalah sebuah channel produser music yang mengupload musik karyanya sendiri pada channelnya. Salah satu videonya di-klaim walaupun seluruh video itu adalah music yang merupakan karya ciptanya sendiri.
               Itu adalah contoh salah satu contoh Youtuber yang terkena oleh masalah ini. Tetapi kebanyakan kasus seperti ini merupakan kasus yang bermain dengan istilah fair use. Banyak Youtuber seperti Pewdiepie dan Pyrocinical mengatakan bahwa jika siapapun menggunakan hanya sepotong musik dari para artis-artis tertentu, video tersebut akan langsung di klaim oleh para perusahaan artis tersebut. Tetapi yang juga biasanya dilakukan oleh berberapa Youtuber atau perusahaan tertentu adalah meenggunakan sistem ini secara tidak adil kepada channel yang mengkritik mereka.
             Salah satu contoh penyalahgunaan ini adalah apa yang terjadi kepada channelReviewTechUSA’ setelah dia mengulas video tentang cara membuat komputer dari Vox. Setelah itu, mereka memberi ‘Copyright Strike’ kepada channel ‘ReviewTechUSA’ walaupun dia tidak melanggar peraturan hak ciptanya. Contoh lain adalah kepada channel Mark After Dark yang mengkritik video channel Suzy Lu dan setelah itu, dia mendapat ‘Copy Strike’ dari channel tersebut
             Jika suatu channel mengetahui bahwa mereka mendapat klaim yang salah, mereka bisa menolak klaim tersebut dengan menulis sebuah formulir yang mengatakan bahwa klaim tersebut salah. Tetapi masalah terbesar dengan sistem ini adalah bahwa tolakan tersebut akan ditentukan oleh orang atau perusahaan yang membuat klaim tersebut, maka mereka yang membuat klaim salah tersebut, adalah yang menentukan tolakan dari channel yang terkena klaim mereka.












BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
        Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis bisa menyimpulkan bahwa Youtube telah terlalu keterbergantungan kepada perusahaan serta memprioritasikan channel channel yang aman untuk para perusahaan. Ini mengakibatkan berberapa channel lain untuk tersika karena ketidakadilan tersebut.
              Tetapi ini semua bukan salah Youtube. Mereka hanya ingin membuat Youtube menjadi tempat yang aman untuk semua orang dan perusahaan untuk kunjungi dan biasanya jika ada suatu pemasalahan yang berhubungan dengan para pembuat kontennya, jika mereka Tanya kepada Youtubenya sendiri, mereka akan ditolong kecuali jika berhubungan dengan suatu perusahaan tertentu, Maka akhirnya penulis dapat menyimpulkan bahwa yang salah adalah perusahaan-perusahaanya karena mereka yang mempaksa Youtube untuk mengganti cara kerjanya menjadi yang ada di zaman sekarang. Karena perusahaan-perusahaan ini bisa nge-klaim atau copystrike video apapun, berberapa channel akhirnya tersika.
              Dampak ini terhadap channel-channel yang bukan merupakan perusahaan besar adalah mereka harus sangat berhati-hati untuk tidak melanggar peraturan terms of service ataupun fair use. Sedikit kesalahan akan mengakibat penghasilan hilang dari channel-channel tersebut dan ini akan berdampak buruk apalagi kepada channel yang memang bergantung kepada penghasilan tersebut dan susah cari sponsor untuk videonya.

3.2 Saran
-   Saran untuk penulis adalah untuk menggunakan lebih banyak studi pustaka dengan bentuk buku. Pada karya tulis ini hanya ada satu buku yang dominan daripada buku yang lain.
- Saran untuk para penulis yang ingin membahas tentang ini adalah untuk menjelaskan secara lebih rinci dengan akibat masalah tersebut agar pembaca bisa melihat secara lebih dampak terhadap channel-channel.
- Saran untuk pembaca adalah untuk coba membantu dan mendukung channel-channel yang terkena oleh semua masalah ini.
     
       





Daftar Pustaka
Morissan, M.A. 2010. Periklanan, komunikasi pemasaran terpadu. Jakarta: Kencana.
Jefferly Helianthusonfri. 2016. Youtube marketing, Panduan praktis dan lengkap belajar pemasaran lewat Youtube. Jakarta: PT Elex Media Komputindof.
Hristo Genov. 2018.  Top 10 Most Popular Websites for 2017. https://www.webhostface.com/    . (Diakses pada Minggu, 11 Desember 2018, Pukul 00.30 WIB)
Artyom Dogtiev. 2019. Youtube Revinue and Usage Statistics. http://www.businessofapps.com (Diakses pada Minggu 24 Februari 2019, Pukul 11.20 WIB).
Ace, X. 2016. The History of Youtube. https://www.engadget.com (Diakses pada Minggu 24 Februari 2019, Pukul 10.50 WIB).
www.merriam-webster.com/  (Diakses pada Senin 18 Maret 2019, Pukul 10.20 WIB).
https://www.webopedia.com/ (Diakses pada Senin 18 Maret 2019, Pukul 10.40 WIB).
www.dictionary.com/ (Diakses pada Senin 18 Maret 2019, Pukul 11.00 WIB).














Liburan         Setiap hari saya hanya senang senang di rumah. Saya pada keseluruhannya senang dengan liburan ini karena saya basa istir...